Febri ‘Berbatov’, Si Kepala Emas

PADANG– Memiliki postur tubuh jangkung yakni 183 cm dengan barat badan 74 kg Febri Setiadi Hamzah pantas menempati posisi striker. Dua tandukannya ke gawang Persiraja pada laga perdana di kandang Rabu (13/8) lalu menjadi momok bagi lawan bila di depan kotak penalti.
“Gol ini menjawab keraguan orang soal penceklik saya dalam menceploskan bola ke gawang. Namun semua hasil ini berkat teman-teman saya di tim, tanpa mereka saya tidak ada apa-apanya,” ujar Febi, sapaannya.
Menariknya, dua gol hasil sundulan penggemar Bambang Pamungkas dan Berbatov ini assis dari teman satu kamarnya di mess PSP. “Dua bola croosing Deded -Jumaidi Rais- cukup rancak, dan pas dekat saya,” ujarnya soal umpam matang Jumaidi Rais itu.
Mantan striker PSIR Rembang musim lalu itu awalnya sempat diminati PKT Bontang. Namun pelatih PSP Joni Efendi meminta Febi untuk mau bergabung dengan pemain kelahiran 3 Februari 1984 itu. Artinya sudah saatnya putra Minang ini bemain di tim kampung halamannya. Febi pun akhirnya menjawab kepercayaan pelatih itu kepadanya. “Deded tahu karakter saya bila berada di dalam kotak penalti lawan,” ujarnya soal teman satu kamarnya itu. Gol demi gol yang bersarang ke dalam jala lawan banyak dihasilkan melalui sundulannya. Jadi tandukan pemain bernomor punggung 26 di PSP ini amat ditakuti lawan. Itu terbukti kala kontra Persiraja. Dede Amri

Iklan

2 Tanggapan

  1. Saya fans beratnya Febri sejak thn 2003 lalu dansaya selalu mengikuti perkembangannya dalam setiap team yang dia masuki. Progressnya sangat luar biasa dan saya yakin “He had a great talent from God”
    Wish you all the best ‘bi…..

  2. Saya tahu Febi Merupakan Pemain sepak Bola terbaik Sumbar, bahkan sejak Febi Dkk Sukses di Porwil Palembang.
    Gara-Gara ditelantarkan (dijadikan cadangan abadi) Oleh SP Febi terpaksa Meninggalkan ranah Minag dan Membela klub lain. seperti yang dikatakan Pepatah Minang ” Karakatau Madang dihulu babuah bungo balun, marantau bujang dahulu dirumah baguno balun”.
    Kini Febi Telah kembali, sudah saatnya Febi dkk menunjukkan bahwa PSP lebih baik daripada SP.
    Harapan saya tahun depan Febi dipertemukan lagi dengan Rekan Satu timnya Waktu Porwil ( Oktavianus) dibawah kibaran bendera PSP.
    Mudah2an kedepan Diklat Sumbar Melahirkan Febi-Febi yang baru…..
    Hidup Febi…….
    Hidup Pandeka Minang……
    Hidup Diklat SUMBAR
    Hidup sepak bola SUMBAR.
    Tunjukkan pada dunia bahwa Sumatera barat Pencetak Pemain sepak bola terbaik dan terbanyak di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: